Senin, 20 Mei 2013

Ilmuwan Temukan Planet Baru dengan Teori Einstein

Ilmuwan Temukan Planet Baru dengan Teori Einstein - Arizona: Ilmuwan Universitas Tel Aviv dan Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian (CfA) berhasil menemukan planet dengan memanfaatkan Teori Relativitas Albert Einstein.

Planet baru yang ditemukan pun diberi nama 'Planet Einstein'. Planet tersebut mengelilingi sebuah bintang dalam konstelasi Cygnus sebagai pusat tata suryanya yang berjarak sekitar 2.000 tahun cahaya dari Bumi.

"Ini kali pertama aspek teori relativitas Einstein ini digunakan untuk menemukan sebuah planet," kata anggota tim peneliti Tsevi Mazeh dari Universitas Tel Aviv di Israel.

Secara resmi, planet itu bernama Kepler-76b. Planet itu 25 persen lebih besar dan mempunyai massa dua kali lipat dari Jupiter.

Planet itu disebut 'Jupiter panas' karena memiliki temperatur sekitar 3.600 derajat Fahrenheit. Planet itu mengorbit setiap 1,5 hari pusat tata suryanya.

Planet itu terdeteksi menggunakan algoritma BEER. Algoritma ini mencari perubahan kecerahan induk tata suryanya akibat transfer relativitas, variasi Ellipsoidal, dan pantulan cahaya dari planet. BEER dikembangkan oleh Profesor Tsevi Mazeh dan muridnya, Simchon Faigler, di Universitas Tel Aviv, Israel.

Cahaya dari bintang induk menjadi terang ketika planet itu tertarik, sebaliknya meredup ketika planet ini terpental keluar. Efek relativitas membuat partikel-partikel cahaya (foton) menumpuk dan terfokus pada arah gerak bintangnya.

Gelombang gravitasi dari orbit planet menyebabkan bintang terdistorsi sehingga berbentuk bulat seperti bola. Planet kian tampak lebih terang ketika sisi lebarnya 'menghadap' Bumi dan memperlihatkan permukaannya.

"Kami tengah menelusuri efek-efek sangat lembut. Kami perlu ukuran kualitas tinggi dari terang bintang yang akurat untuk sepersekian juta bagian," kata David Latham dari Pusat Astrofisika Smithsonian.

Planet baru itu diidentifikasi dan dikonfirmasi oleh Latham menggunakan observasi kecepatan radial yang dikumpulkan oleh spektograf TRES di Whipple Observatory, Arizona, AS, dan oleh Lev Tal-Or (Tel Aviv University) menggunakan spektrograf SOPHIE di Observatorium Haute-Provence, Prancis.

Untuk menemukan planet ini, para peneliti menggunakan data kendaraan antariksa NASA, Kepler, yang dirancang untuk mengamati planet asing.

Metode pengamatan planet lainnya yang terkenal dinamai dengan metode wobble (goyangan). Wobble dirancang untuk mendeteksi gerakan didekat bintang akibat aktivitas orbit planet.

Para ilmuwan menyebutkan metode baru dengan Teori Relativitas mampu menemukan planet-planet seukuran Bumi. Penemuan ini dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal dan tersedia secara online.


>>> Ayo Ikutan Kontes Humor JOKES.WEB.ID <<<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar